Matematika Mario Gomez


Sejauh yang saya perhatikan dari diskusi di beberapa forum penggemar Bayern Muenchen paska pertandingan melawan Gladbach, selain sorotan ditujukan kepada Boateng dan Neuer, perbincangan juga melibatkan nama-nama para penyerang, khususnya Mario Gomez.

Sebagian berpendapat, seandainya saja para penyerang Bayern mampu menuntaskan berbagai peluang menjadi gol, niscaya sebiji gol Gladbach itu tak akan berarti apa-apa. Diskusi lalu memanas ketika sebagian kembali menyatakan ketidaksukaan mereka terhadap Gomez.

Hal ini yang lalu membuat saya mencoba mempelajari beberapa data statistik dari Mario Gomez, sebelum secara buru-buru memutuskan untuk mencibir atau memuji pemain yang satu ini.

Data yang saya gunakan berasal dari ESPN Soccernet (musim 2009/2010 dan 2010/2011). Dan berikut ini paparan matematisnya beserta beberapa pandangan terkait hasil tersebut:

1. Di musim 2009/2010, Gomez bermain 29 kali (baik sebagai starter maupun sebagai pemain pengganti) dan mencetak 10 gol. Artinya, rata-rata gol per pertandingan adalah 0,3. Sedangkan di musim 2010/11, ia bermain sebanyak 32 kali dan menghasilkan 28 gol, atau setara dengan 0,8 gol per pertandingan. Dari sini bisa dilihat kalau ada peningkatan dalam hal jumlah gol yang dicetak di setiap laga.

2. Pada musim 2009/10, shots on goal Gomez adalah 25 kali, yang lalu menghasilkan 10 gol (2,5 shots on goal/gol). Dan pada musim berikutnya, dari 48 shots on goal terjadi 28 gol (1,7 shots on goal/gol). Meskipun secara angka menurun, tapi tentu secara definisi, berarti juga ada peningkatan, karena ia berhasil membuat gol dalam effort yang lebih sedikit.

3. Terakhir, pada musim 2009/10, dalam 29 pertandingan, ia melakukan 69 kali tendangan (2,3 shots/game) dan di musim 2010/11, 95 kali tendangan di 32 pertandingan (2,9 shots/game). Lagi-lagi data tersebut menunjukkan adanya peningkatan.

Meski demikian, dalam poin ini, catatan saya adalah jumlah shots/game striker utama Bayern ini masih cukup rendah. Artinya, peluang Gomez mencetak gol masih cukup terbatas. Bandingkan misalnya dengan David Villa (3,9 shots/game) dan Wayne Rooney (3,5).

Ini juga bisa diartikan bahwa serangan Bayern belum terlalu menciptakan support bagi striker dalam mencetak gol. Dominasi penguasaan bola tak selamanya berujung kepada tendangan ke arah gawang lawan.

Mario Gomez

Demikian beberapa ulasan saya terhadap data-data yang ada.

Semoga hal ini bisa menolong kita untuk mendapat gambaran yang lebih komprehensif mengenai Mario Gomez. Sehingga kita tidak melulu terjebak dalam subjektifitas ketika menilai seorang pemain. Dan sebagai kesimpulan, dapat dikatakan performa Gomez sebenarnya meningkat dari musim 2009/10 ke 2010/11, meski sebenarnya ia bisa lebih baik lagi, apalagi jika didukung oleh para pemain tengah dan sayap, dalam memberikan service yang mumpuni kepadanya.

Catatan akhir mengenai data yang digunakan:

# Data pertandingan yang digunakan hanya dari Bundesliga saja. Bisa jadi kalau digunakan seluruh partai yang dimainkan Gomez (termasuk bersama timnas Jerman), angka rata-ratanya menjadi lebih tinggi atau lebih rendah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s