FC Bayern 2-0 City, Faktor Pengalaman dan Taktik


FC Bayern berhasil mengalahkan Manchester City sekaligus mempertahankan posisi puncak Grup A Liga Champions. Napoli menempel di posisi kedua dengan raihan 4 poin setelah berhasil mengalahkan Villarreal dengan skor 2-0.

Superb Defense

Berikan tepuk tangan pada para pemain bertahan Bayern, termasuk Neuer tentu saja. Tapi berikan tepuk tangan yang jauh lebih meriah kepada cara bertahan Bayern Muenchen. Secara pribadi, belum pernah rasanya saya melihat defensive display Bayern beberapa tahun terakhir sesolid musim ini. Mereka bertahan sebagai satu unit, sangat compact dan efisien.

Dalam pertandingan ini saya secara khusus menggarisbawahi peran beberapa individu seperti Boateng, Neuer, Rafinha dan Guztavo dalam bertahan. Setidaknya 3 kali Boateng membuat intervensi yang akurat di dalam kotak pinalti guna menggagalkan serangan para pemain City. Neuer juga bermain baik untuk menghalau 5 kali tendangan yang mengarah ke gawangnya. Rafinha tampil begitu bersemangat dan efektif menutup ruang gerak Samir Nasri atau David Silva. Sedangkan Gustavo beberapa kali mampu memutus serangan City sebelum mendekati kotak pinalti Bayern. Ia juga cukup cerdik melakukan tackling-tackling yang memang menjadi pelanggaran, tapi tak membuahkan kartu kuning apalagi merah buat dirinya.

What about Van Buyten? Secara defensif, saya pikir tak terlalu istimewa, meski tak juga dapat dikatakan buruk. Namun, dia lagi-lagi berhasil memainkan peran dengan sangat baik dalam membantu serangan. Ia turut berkontribusi dalam lahirnya gol kedua Bayern Muenchen. Menerima umpan dari free kick Toni Kroos, ia menyundul bola ke tiang dekat. Hart hanya mampu menepisnya dan Gomez memanfaatkan bola rebound untuk menciptakan gol keduanya pada pertandingan tersebut.

Who’s The Boss?

I'M THE BOSS

Selain Ribery, saya pikir tokoh sentral dalam serangan Bayern dini hari tadi adalah Schweini. Dia tampil sangat tenang, memberikan umpan-umpan terukur dan sempat pula mengecoh beberapa pemain City. Dia menunjukkan kapasitas yang mumpuni sebagai jenderal lapangan tengah.

Ia juga melepaskan 5 kali tendangan dimana 3 diantaranya mengarah ke gawang. Para pemain City pun harus melanggarnya sebanyak 3 kali untuk menghentikan pergerakannya.

Menikmati Sepakbola

Dalam sebuah interview baru-baru ini, Ribery menyatakan bahwa dirinya kembali menikmati sepak bola. Masa-masa kelam di bawah asuhan Van Gaal sudah berlalu. Ia kembali bermain seperti waktu awal-awal bergabung dengan Bayern. Dan tadi kita bisa melihat keindahan permainannya. Serangan-serangan Bayern lebih sering dimulai dari sisi kanan pertahanan City dimana Ribery dan Lahm berkolaborasi dengan apik.

Gol pertama Bayern lahir dari hasil penetrasinya ke jantung pertahanan City. Ia melepaskan tendangan keras yang tak sepenuhnya bisa ditangkap Hart. Dan meskipun Mueller gagal memanfaatkan bola rebound menjadi gol, masih ada Gomez yang kemudian berhasil memanfaatkannya.

Lucky?

Dalam status twitter saya beberapa saat setelah pertandingan usai, saya menulis begini: lucky itu kalo bek nendang bola trus kena pant*tnya Gomez langsung gol. Tapi apa yang ditunjukkan Gomez selama ini dalam mencetak gol tak seperti itu. Ia bagus dalam positioning, khususnya jika sudah berada di kotak pinalti lawan. He’s often becoming the right man in the right place and the right time. But after all, I don’t mind what people say about Gomez as long as he keep scoring :p

Dan silahkan baca tulisan saya di blog ini yang berjudul “Matematika Mario Gomez” sebelum dengan mudahnya menjudge Gomez sebagai pemain yang selalu dinaungi keberuntungan.

Jupp Factor

Meski di 30 menit pertama Bayern berada di bawah tekanan City, tapi secara perlahan bentuk asli permainan Bayern di bawah Jupp mulai terlihat. Apalagi di babak kedua, dominasi permainan sepenuhnya dikuasai para pemain FC Bayern. Pergerakan antar lini mengalir begitu lancar dan serangan dibangun dengan sabar. Dan pada saat kehilangan bola, para pemain dengan cepat pula membatasi ruang gerak pemain City.

Selain itu, unsur historis di liga champion juga nampak berpengaruh terhadap kedua tim. Meskipun dihuni pemain-pemain bagus, tapi mentalitas tim City belum sepenuhnya siap untuk berlaga di kompetisi tertinggi antar klub Eropa ini. Bahkan seorang Teves sekalipun menyatakan tidak siap mental untuk turun membantu timnya yang sedang dalam posisi tertinggal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s