Bukan Saat yang Tepat untuk Terpeleset


First thing first, Bayern tidak membeli pemain baru manapun Januari ini. Which mean, there will be no JAN VERTONGHEN di posisi centre back menemani Badstuber pada pertandingan besok. Juga tidak ada nama-nama lain seperti yang digembar gemborkan media selama ini seperti XHERDAN SHAQIRI, PEPE dan lainnya. Menurut KHR (as Bayern fan, you should know who KHR is :p) keputusan tidak membeli pemain adalah keinginan dari Jupp Heynckess.

Hal ini saya rasa tidak akan terlalu mengganggu Bayern dalam pertandingan menghadapi Hamburg SV. Namun, dalam jangka panjang, bisa saja keputusan ini akan disesali manajemen seandainya ada 2-3 pemain inti yang secara konstan tidak bisa bermain karena cedera atau terkena hukuman larangan bermain.

Untuk laga besok, DvB, Contento dan Rafinha dipastikan tidak bisa tampil. Jika DvB dan Contento masih bergumul dengan cederanya masing-masing, maka Rafinha tidak bisa bermain karena terkena hukuman larangan bermain karena musim ini sudah kena 5 kali kartu kuning.

So, our back line would be something like this (I guess): Lahm, Bads, Tymo/Gustavo, Boateng. Which (probably) mean, serangan dari sayap kanan Bayern dalam laga besok bisa saja kembali gamang seandainya Boa dan Robben kembali tampil kurang klop satu sama lain.

Tapi tanpa hal tersebutpun sebenarnya, saat ini Bayern lebih sering menyerang dari sisi kiri. Penetrasi Ribery benar-benar mengesankan musim ini. Dalam pertandingan terakhir, beberapa kali ia mampu mengecoh 1-2 pemain lawan. Namun masalahnya, support baik dari fellow midfielders atau Gomez sendiri terhadap dirinya kurang maksimal. Sehingga beberapa kali ia terpaksa harus mengalirkan bola kembali ke tengah atau melakukan crossing. Dengan pola satu striker, crossing-crossing mungkin tidak akan terlalu efektif, meski Gomez memang memiliki postur badan yang sesuai untuk bertarung memperebutkan bola-bola atas.

Dengan perkiraan bahwa Thorsten Fink akan menggunakan taktik parkir truk tronton, saya berharap jarak antara lini tengah dan depan serta jarak antar pemain ketika menyerang tidak terlalu jauh. Dalam beberapa penampilan, saya mengamati bahwa space between Bayern players terlalu jauh, sehingga membuat kebingungan pemain yang sedang memegang bola.

Hamburg, yang saat ini berada di posisi 11, sebenarnya performanya di kandang sendiri tidak terlalu mumpuni. Dari 10 kali pertandingan home, mereka hanya menang 2 kali, draw 4 kali dan kalah 4 kali. Kekalahan terakhir mereka terjadi ketika menjamu dortmund dan kalah dengan skor telak 5-1. Namun, perlu dicatat bahwa kekalahan tersebut adalah kekalahan pertama Hamburg setelah ditangani Fink pada medio Oktober tahun lalu. Dari 11 kali penampilan mereka di Bundesliga di bawah kepemimpinan Fink, kekalahan melawan Dortmund adalah yang pertama. Sebuah hal yang patut dicermati oleh Jupp.

Hamburg punya pemain-pemain yang cukup bagus seperti Paolo Guererro (top skor), Mladen Petric, Marcell Jansen dan Heung Min Son. Nama yang disebut terakhir bahkan dikatakan Fink sebagai pemain berusia 19 tahun yang paling berbakat di Bundesliga saat ini selain Mario Gotze.

Tapi jelas Bayern punya kualitas yang lebih merata di semua lini dan perlu menang untuk menjaga jarak dengan Dortmund, Schalke dan Gladbach. Hopefully, Bayern tidak terpeleset dari tim yang dilatih oleh eks pemain Bayern sendiri.

One thought on “Bukan Saat yang Tepat untuk Terpeleset

  1. waduh bek kanan si boateng dong, klo rafinha ga boleh main, nah tengahnya siape nih? breno? asal jangan blunder aja breno hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s