112 Tahun FC Bayern – Personal Reflection


Tepat 27 Februari 2012, Bayern berulang tahun yang ke-112. Sebuah rentang waktu yang sangat lama bagi perjalanan sebuah klub sepak bola. Berbagai generasi fans telah hadir menemani langkah Bayern Munchen.

Saya sendiri sudah sejak 80-an akhir / 90-an awal mengenal Bundesliga melalui tayangan di TVRI. Pada waktu itu, saya sudah mulai jatuh hati dengan Bayern Munchen. Meskipun sebagai seorang anak kecil, saya belum paham dan hafal betul nama-nama pemain Bayern. Baru setelah Jerman memenangkan World Cup di Italia tahun 1990, saya semakin serius mencintai Jerman dan Bayern Munchen.

Namun, cinta yang baru mulai bersemi itu langsung mendapat hambatan🙂 Tidak adanya siaran Bundesliga di TV lokal dan belum tersedianya internet, membuat saya hanya bisa mengikuti berita Bayern dari media massa, khususnya tabloid olah raga. Itupun porsinya ala kadarnya saja. Sudah sejak lama, Bundesliga memang tidak dilirik di negara ini, meskipun Jerman, secara prestasi, lebih mentereng daripada Inggris, Spanyol dan Italia. Irasional. But that’s the fact. But somehow, mungkin karena “diskriminasi” media Indonesia jugalah yang membuat kecintaan saya semakin tumbuh. Dihambat malah merambat. Justru totalitas mendukung Bayern muncul ketika semua orang seolah-olah berkata: “Ngapain ngefans sama Bayern, dukung aja tim-tim Serie A atau EPL.” And my response was: “Ya right…”

Dan ke-kekeuh-an saya akhirnya membawa saya menemukan beberapa teman yang juga mencintai Bayern. Bahkan akhirnya saya bisa terhubung dengan FCBFI yang hingga sekarang menjadi rumah bagi fans Bayern di Indonesia. Keberadaan komunitas ini, membuat saya semakin gembira karena ternyata meski minoritas, tapi toh saya tidak sendirian. Ketika masih tinggal di Jakarta, saya cukup intens mengikuti kegiatan FCBFI khususnya futsal. Tapi tentu momen bersama FCBFI yang tidak terlupakan adalah ketika menyaksikan Bayern Munchen datang ke Indonesia. Saya hadir ketika coaching clinic dan pertandingan melawan timnas Indonesia. Selain momen kemenangan Bayern di liga Champions 2001, momen menyaksikan dengan mata kepala sendiri Kahn and co bermain sepak bola, merupakan pencapaian tertinggi dalam “karir” saya sebagai fan Bayern Munchen.

Selain masa-masa bahagia, tentu menemani perjalanan Bayern juga menghadirkan air mata. Khususnya ketika kalah melawan MU di final Champions tahun 1999. Tapi, tak sedikitpun kecintaan saya terhadap Bayern pudar. Pun ketika Bayern kembali kalah di final champions melawan Inter, saya tetap mendukung mereka. Meski harus diakui, saya bukan tipe fans yang tidak pernah mengkritik Bayern. Bukan mengkritik dalam arti kata mencaci maki, tapi sungguh hanya sebagai ekspresi kekesalan saja-mungkin karena sudah terlalu cinta😀

Dalam periode lima tahun terakhir, saya merasa bahwa tahun lalu dan tahun ini merupakan periode yang cukup berat bagi fans Bayern. Musim lalu, Bayern mengakhiri musim tanpa gelar. Musim ini, meski masih berpeluang treble, tapi sedikit lagi kelengahan akan membuat musim berakhir dengan terrible.

Namun begitu, pada masa-masa berat inilah, muncul kerinduan saya untuk membuat sebuah website khusus bagi Bayern dan fansnya di Indonesia. Ya, website fcbayernindonesia akhirnya saya launch sejak akhir Juli lalu. Sebuah kontribusi kecil saya bagi sesama fans di Indonesia. Website ini juga “ditemani” dengan hadirnya akun twitter: @fcbayern_id dan tumblr: fcbayernindonesia. Mulai empat musim lalu, saya juga semakin intens menonton seluruh pertandingan Bayern via live streaming. Prinsip saya: Bodo amat TV lokal nyiarin Bundesliga atau tidak, yang penting saya harus nonton Bayern Munchen, bagaimanapun caranya. Tapi saya selalu menyimpan harapan agar TV lokal bisa kembali menyiarkan Bundesliga.

Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada Bayern di masa-masa mendatang, tapi satu hal yang saya tahu, saya tidak akan pensiun menjadi fans Bayern. And I’m proud of it.

Mia San Mia.

2 thoughts on “112 Tahun FC Bayern – Personal Reflection

  1. terharu bacanya. Meski sy baru knl Bayern stlh PD 2002 Sy jg merasa kesal dgn tv lokal,knp gak ada yg nayangin Bundes liga? Tp tak apalah kalo mereka lebih memilih liga yg lain (itu hak mereka). Mulai skrg sy sllu mencoba menyaksikan Fc Bayern tanding via streaming. Wlo ksel jg klo loadingnya lama dn srng putus. Pengen jg nobar ma tmn FCBFI yg laen, tp lom ksampaian. Tetap semangat dukung FC BAYERN MUNCHEN Until die. Mia san mia. Thanks brot..

  2. bener-bener fans bayern sejati…saya juga sama,sebagai sesama fans fc bayern saya juga ngerasain perasaan yg sama seperti abang.sama persis.saya pertama kenal bayern waktu baru dibeliin playstation sama bapak saya..soalnya waktu itu cma bayern tim yg bisa ngalahin kakak sy di PS. dari sana saya mulai jatuh cinta dan jadi fans fanatik fc bayern munchen. saya juga mulai nyari2 sejarah ttg bayern n slalu banggain smuanya di depan temen2 disekolah dari sd sampe skrg di kampus. terserah semua stasiun TV sampe semua komentator mau diskriminasiin bayern ato apa kek, yg penting kita semua tau gimana prestasi klub kesayangan kita ini. mia san mia, bayern adalah bayern, dan saya juga gak akan brenti jadi pendukung sejati fc bayern munchen…salam hormat buat penulis fan site ini,hehe…senior saya sebagai fans bayern munchen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s