Pertarungan Raksasa Eropa Pt 2


 

Setelah sebelumnya, kami memaparkan statistik masa lalu dari pertemuan Bayern Munchen dan Real Madrid, maka pada kesempatan ini saya akan mengulas sedikit perjalanan kedua tim pada musim 2011/12.

Attack and Defense

Jika biasanya tim yang dilatih Mourinho kental dengan aroma defensif yang kuat, maka kali ini tidak demikian. Dengan pemain-pemain yang memang punya naluri menyerang tinggi, Mourinho menyulap Madrid menjadi tim dengan daya gedor yang luar biasa. Di La Liga, terlepas dari lawan-lawan yang umumnya tidak seimbang, tetap saja kekuatan serangan mereka mengerikan. Hingga pekan 33, mereka sudah mencetak 107 gol! Meski demikian, pertahanan mereka tak terlalu ketat. Menyangkut hal ini sebenarnya bukan hal baru. Sejauh yang saya ikuti, pertahanan Real memang tak begitu rapi. Saat ini mungkin hanya Alonso yang menjaga keseimbangan lini depan dan belakang, sedangkan mayoritas pemain tengah lainnya lebih kuat naluri menyerangnya. Well, prinsip the best defense is by attacking mungkin tepat disandingkan bagi kubu Real Madrid.

Bayern Munchen sendiri, meski mungkin tidak segarang Madrid, tetap merupakan tim dengan jumlah gol tertinggi di Bundesliga hingga saat ini (bersama dirtmund). 69 gol sudah mereka hasilkan dan 25 diantaranya dicetak oleh seorang Mario Gomez. Pertahanan Bayern juga cukup baik musim ini, setidaknya jika dibandingkan dengan musim lalu. Keseimbangan pertahanan dan penyerangan coba dipastikan terjadi oleh Jupp di setiap laga, meskipun di paruh musim kedua hal tersebut agak mengendur. Duet CB, Boateng dan Badstuber masih belum sepenuhnya solid, ya bagaimanapun ini musim perdana mereka bermain berdampingan.

Akumulasi Kartu

Bayern berhasil mengamankan seluruh pemainnya untuk bisa bermain di leg pertama. Meski demikian, ancaman akumulasi kartu tetap membayangi Kroos, Muller, Alaba, Gustavo dan Boateng. Satu kartu kuning lagi, mereka akan absen di leg kedua. Sedangkan pemain Madrid tak ada yang berada dalam ancaman akumulasi kartu.

Kondisi Tim

Bayern Munchen mungkin sedang berada dalam fase down jika bicara secara mental. Kekalahan atas Dortmund serta hasil imbang dengan Mainz yang membuat peluang juara Bundesliga benar-benar kecil tentu mempengaruhi tim kuat asal Jerman ini. Meski demikian, di sisi lain, para pemain tentu ingin membalaskan “kegagalan” di Bundesliga pada ajang Champions League dan DFB Pokal.

Madrid sendiri setelah sempat agak kendor, kembali menguat saat ini. Mereka tetap berhasil menjaga selisih 4 poin dengan Barca pada akhir pekan ini. Namun dari sisi fisik dan konsentrasi jelas Madrid lebih sulit karena selain harus bermain sekali tiap 3/4 hari (sama seperti Bayern), namun tantangan Madrid di La Liga masih cukup kuat. Apalagi akhir pekan mendatang, Madrid akan mengunjungi markas Barcelona.

Taktik

Kedua pelatih sama-sama menggunakan formasi 4-2-3-1. Keseimbangan dua midfielder di tengah lapangan serta daya gedor wingers menjadi kunci serangan pola ini. Dan jika menilik pemain-pemain yang dimiliki kedua tim, bisa dibilang kekuatannya relatif seimbang. Ronaldo jika berada di sayap kiri maka kemungkinan besar akan berhadapan dengan Lahm. Dari sisi kecepatan, Lahm mungkin kalah dari Ronaldo, namun pengalaman serta stamina yang mumpuni saya yakini akan bisa mengatasi kecepatan Ronaldo.

Pemain lain yang perlu diperhatikan dari sisi Madrid adalah Maria dan Ozil. Kedua pemain ini sama-sama mahir dalam memberi assist dan membuka pertahanan lawan. Mampukah Alaba menangani salah satu dari kedua pemain tersebut? Jika ia bermain seperti ketika melawan Dortmund, maka ia bisa setidaknya menyulitkan Ozil/Di Maria.

Untuk Bayern sendiri, saya hanya berharap mereka mulai on fire bahkan sejak menit awal pertandingan. Salah satu “penyakit” Bayern musim ini adalah lambat panas. Banyak waktu terbuang di empat puluh lima menit pertama karena Bayern seperti bingung membangun serangan di babak pertama. Performa Bayern di babak kedua ketika melawan Dortmund, itulah yang perlu ditampilkan sejak awal. Dengan demikian, Bayern bisa memegang kendali permainan.

Hal lain, semoga Bayern juga lebih banyak memanfaatkan tendangan-tendangan dari luar kotak pinalti. Kita punya banyak penendang jitu seperti Kroos, Basti dan Robben. Dan saya yakin Casillas akan kesulitan menghadang tendangan-tendangan keras mereka. Terakhir, saya juga berharap set pieces bisa dimanfaatkan lebih baik oleh Bayern. Corner Kick termasuk yang paling buruk kalau saya amati di beberapa laga terakhir. Jarang ada umpan Robben yang membahayakan lewat corner kick. Saya malah lebih prefer Badstuber yang mengambil tendangan penjuru dari sisi kiri pertahanan lawan. Sedangkan dari sisi kanan, Kroos tetap yang terbaik, bahkan lebih baik dari Ribery (dalam hal mengambil set piece).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s