Pemenang Pertarungan Raksasa Eropa


 

Apakah yang harus dilakukan setelah ketinggalan 2-0 dalam 15 menit awal sebuah laga? Menyerah dan kehilangan harapan? Bertahan habis-habisan supaya tidak kebobolan lagi? Well, bukan itu yang ditunjukkan Bayern Munchen. Mereka mulai mengatur ritme permainan dan perlahan tapi pasti menekan Real Madrid hingga akhirnya beroleh hadiah pinalti. Robben berhasil membobol gawang Madrid meskipun tendangannya sempat ditepis Iker Casilas.

Bayern terus mendominasi permainan hingga babak kedua. Berbagai peluang berhasil mereka ciptakan, meskipun sayang tak ada yang berhasil menjadi gol. Madrid sendiri seperti sudah kehabisan bensin, mengingat pemain-pemain yang diturunkan Mourinho relatif tak berubah selama beberapa pertandingan terakhir. Meski demikian, di babak perpanjangan waktu, dominasi permainan kembali diambil Madrid, meskipun, tidak ada peluang signifikan yang bisa mereka hasilkan.

Pertandingan dua raksasa Eropa inipun harus diselesaikan lewat adu pinalti. Terlepas dari kehebatan Neuer menahan pinalti Ronaldo dan Kaka serta Schweinsteiger yang berhasil mengeksekusi tendangan pinalti penentu, menurut saya ada satu pemain lagi yang perlu disoroti dalam drama adu pinalti ini yaitu David Alaba. I mean, c’mon, this guy is still 19 years old and scored the first penalty kick in UCL Semifinal in Bernabeu??? Kalau ga punya mental baja, mungkin tendangannya sudah melambung atau melenceng dari sasaran. But Alaba, once again showed his great character.

Satu hal lain yang menjadi highlight penting dari laga ini adalah akan suspended-nya tiga pemain Bayern Munchen pada laga final kontra Chelsea. Mereka adalah Alaba, Badstuber dan Gustavo. Lebih jauh mengenai bagaimana Bayern beradaptasi dengan hilangnya tiga pemain ini akan kami bahas dalam preview partai final UCL.

Sebagai penikmat bola, saya merasa terpuaskan dengan laga tadi malam. Permainan yang disajikan kedua tim begitu apik dan penuh daya juang. Tapi sebagai fans Bayern Munchen, pertarungan tadi malam adalah yang paling menguras emosi serta memacu jantung saya bekerja lebih cepat pada musim ini. Melebihi kemenangan 3-2 atas Napoli di fase grup UCL. Juga melewati pertandingan semifinal DFB Pokal lawan Gladbach serta pertandingan away melawan Dortmund. Tapi begitu Basti berhasil membobol gawang Iker, sukacitanya pun tak terbendung. Bersama teman-teman FCBFI Surabaya, saya menikmati kemenangan penting tersebut.

Kita belum juara, teman-teman. Namun, layaklah kita bergembira atas kemenangan ini dan semoga mimpi meraih gelar juara UCL untuk kelima kalinya bisa terwujud di kandang sendiri, Munich. Amin.

 

Mau lihat foto-foto Bayern Munchen tadi malam, silahkan kunjungi tumblr kami: fcbayernindonesia.tumblr

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s