Mengenal Sosok Jean-Marie Pfaff


 

Sebelum artikel ini, kami sudah menulis 3 artikel khusus kiper-kiper Bayern untuk meng-cover cerita-cerita dari beberapa ex kiper seperti: Kahn, Maier dan Butt. Ya tujuannya simpel saja, untuk sama-sama menambah pengetahuan tentang kiper-kiper hebat Bayern yang mungkin selama ini hanya sering kita dengar gembar gembornya satu nama saja: Oliver Kahn.

Untuk edisi khusus kiper kali ini, yang kita angkat adalah Jean-Marie Pfaff. Kiper berkewarganegaraan Belgia ini membela FC Bayern sejak tahun 1982-1988. Bersama Bayern, ia mencatatkan diri memenangkan Bundesliga pada tiga kesempatan, yaitu tahun 1985, 1986 dan 1987. Selain itu, ia juga berhasil membawa Bayern juara DFB Pokal pada tahun 1984 dan 1986. Meskipun terbilang punya karir gemilang di Bayern, Pfaff mengawali laga kompetitif bersama Bayern dengan sebuah catatan yang terbilang “memalukan”. Ia melakukan gol bunuh diri setelah gagal mengantisipasi sebuah lemparan bebas. What a weird goal. Cekidot (liat mulai menit 3:49):

[youtube_sc url=”http://www.youtube.com/watch?v=kOrBY8KVJYU”%5D

Selain gelar bersama tim, ia juga dihadiahi beberapa award/rekor/pencapaian pribadi. Ia adalah kiper pertama yang dianugerahi kiper terbaik dunia oleh FIFA pada tahun 1987.

Pfaff

Dalam momen perayaan 100 tahun FIFA, Pele memasukkan nama Pfaff sebagai satu dari 125 greatest living football legends. Ia juga beberapa kali terpilih dalam daftar FIFA World Team di tahun 80-an. Pfaff juga merupakan kiper pertama Bayern yang berhasil mencetak gol, yaitu lewat titik putih ketika menghadapi PAOK Salonika pada ajang UEFA Cup. Golnya membawa Bayern menang 9-8 atas lawannya.

[youtube_sc url=”http://www.youtube.com/watch?v=nD8bi1-DsFs”%5D

Pfaff mengakhiri karirnya di Bayern Muenchen pada tanggal 14 Mei 1988 saat Bayern dilatih oleh Jupp Heynckes.

Dan pada tahun 1991 di kota kelahirannya, Antwerp, digelar laga penghormatan terakhir baginya antara tim bintang dunia 80-an melawan tim bintang Belgia. Di antara pemain-pemain tim bintang dunia terdapat nama-nama seperti Beckenbauer dan Platini.

Setelah karir sebagai pemain selesai, ia memiliki banyak pekerjaan. Salah satunya adalah pelatih. Ia adalah pelatih berlisensi FIFA dan sempat melatih beberapa klub Belgia. Ia juga sering memberikan coaching clinic kepada kiper-kiper junior serta menjadi scout untuk pemain-pemain bertalenta tinggi.

Di layar kaca, selain tampil sebagai komentator sepak bola, Pfaff juga sempat memiliki reality show berjudul The Pfaffs. Selama 10 tahun, acara ini tayang setiap minggu di Belgia dan diminati sekitar 1-2 juta pemirsa. Reality show ini intinya memotret kehidupan Pfaff dan keluarganya.

Belum cukup dengan hal tersebut, Pfaff juga menjadi penulis, pemain film (meski hanya bintang tamu di sebuah film Jerman berjudul Smart Chaots) dan sempat pula menyanyi serta menulis lagu.

Begitu teman-teman sekilas kisah tentang another legendary Goal Keeper of FC Bayern.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s