Posisi Baru Manuel Neuer


 

Sebuah judul artikel di situs uefa.com membuat saya tertarik untuk membacanya. Judulnya adalah “Neuer: Bayern’s Sweeper Keeper”. Artikel tersebut bisa dibaca di http://www.uefa.com/uefachampionsleague/news/blogs/blog=ucl_blog_germany/postid=2039403.html#neuer+bayerns+sweeper. Apa sih yang membuat saya tertarik? Ya, kata “Sweeper Keeper” itu memang asing di telinga saya. Dan hal itulah yang membuat saya tertarik untuk membacanya.

Keeper atau penjaga gawang. Tentu saja posisi itu bisa diketahui dengan melihat pakaiannya. Karena memang seorang penjaga gawang akan menggunakan pakaian yang berbeda dengan teman-teman satu timnya. Pemain yang paling special, karena hanya pemain yang bermain di posisi nomor 1 ini saja yang boleh menggunakan tangan di area kotak pinalti.

Sedangkan Sweeper, posisi ini sudah jarang kita temui di era sepak bola modern seperti sekarang. Bisa juga disebut sebagai stopper, ada juga yang menyebutnya sebagai libero. Posisi ini biasa digunakan ketika tim bermain dengan formasi 3 atau 5 bek bertahan. Sweeper berada di belakang 2 orang central defender. Dia menjadi orang terakhir sebelum pemain lawan berhadapan langsung dengan kiper. Tugas utamanya adalah untuk mengamankan bola sebelum berhadapan dengan kiper dan menyapu bola lawan sehingga menjauh dari area pertahanan. Nama besar yang pernah mengisi posisi ini antara lain adalah Backenbauer & Matheus.

Nah, yang jadi pertanyaan adalah jika posisinya disebut sebagai Sweeper Keeper. Posisi seperti apa yang disebut Sweeper Keeper? Untuk menjawabnya, coba kita sama-sama mengingat bagaimana cara bermain Manuel Neuer. Kiper tim nasional Jerman kelahiran 27 Maret 1986 di Gelsenkirchen Jerman ini memang bermain tidak seperti kiper kebanyakan. Ditambah dengan permainan Bayern Munchen yang mengutamakan ball possesion sambil menaikkan garis pertahanan. Sering kali para pemain bertahan Bayern Munchen berada di tengah lapangan. Dengan garis pertahanan yang tinggi seperti itu, posisi Neuer memang agak naik, bahkan sering kali berada diluar wilayah kekuasaannya sendiri. Posisi Neuer selalu berada dibelakang pemain bertahan layaknya seorang Sweeper.

Dengan menjaga jarak aman antara dirinya dan para pemain bertahan, Neuer memberikan posisi yang aman dan available untuk menerima operan dari para pemain belakang. Sehingga sering kali kita melihat para pemain belakang Bayern Munchen sama sekali tidak ragu memberikan bola kepada Neuer. Juga tidak seperti kebanyakan kiper modern lainnya yang jika menerima bola back pass maka mereka biasanya akan membuang jauh bola tersebut kelapangan tengah. Neuer justru mampu memberikan passing kepada para pemain bertahan Bayern dengan umpan pendek atau langsung kepada penyerang Bayern menggunakan umpan jauh. Bisa dikatakan bahwa Manuel memainkan peran sebagai Sweeper sekaligus Goalkeeper.

Pertanyaan selanjutnya, apakah hanya Neuer? Jawabannya saya rasa YA. Walau ini adalah strategi dari sang pelatih Pep Guardiola. Permainan Manuel dan Tom sangat berbeda. Tom memang tetap menjaga jarak aman antara pemain bertahan dan dirinya, tapi Tom tetap berada di wilahnya (kotak pinalti). Sementara Neuer berani mengambil resiko menjalankan perannya sebagai sweeper. Jadi, saya rasa tepat sudah jika posisi Manuel Neuer disebut sebagai Sweeper Keeper.

 

 

 

Penulis dapat dihubungi via twitter: @puthutadhi atau facebook: https://www.facebook.com/puthut.adhi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s