Dan Mereka Bilang Bayern Tak Pernah Melakukan Shooting


 

Rentetan hasil kurang memuaskan yang diraih Bayern di Bundesliga akhir-akhir ini membuat para kritikus melancarkan serangannya terhadap taktik Pep Guardiola yang dianggap hanya fokus pada passing tanpa melakukan shooting. Benarkah demikian?

Mari kita lihat datanya. Di UEFA Champions League musim 2013/14, hingga saat ini, Bayern adalah tim dengan jumlah attempts on target terbanyak yaitu 128 kali. Bahkan kalau mau ditambah lagi dengan data attempts off target, Bayern juga masih yang tertinggi dengan 67 kali. Kalau mau membandingkan dengan tim lain yang lolos ke semifinal, dalam hal tendangan / upaya mencetak gol, Bayern masih di atas dengan gap yang cukup besar. Hanya Real Madrid yang mendekati dengan attempts on target 101 kali dan off target 64 kali.

Atletico Madrid melakukan 77 attempts on target dan 50 attempts off target. Chelsea? Untuk urusan shooting ke gawang lawan, mereka adalah yang terendah di antara semifinalis: 74 attempts on target dan 48 off target. Dalam rataan gol per match juga Bayern tergolong sangat baik, dengan 2,4 goal per match, hanya kalah dari Real Madrid (3,2) dan PSG (2,5). Kalau mau juga dibandingkan dengan dua semifinalis lainnya, Bayern masih di atas: Atletico (2,2) dan Chelsea (1,8).

Dari beberapa data tersebut di atas, jika mau fair, di UEFA Champions League bisa dikatakan asumsi bahwa Bayern tidak melakukan shooting dan hanya sibuk passing dapat dibuktikan tidak benar.

Bagaimana di Bundesliga musim 2013/14? Saya sudah mengumpulkan data dari matchday 1 – 30 dan hasilnya dalam urutan shoot / attempts on goal, Bayern selama 7 pekan menjadi tim dengan attempts on goal terbanyak. Raihan ini sama persis dengan Dortmund dan kedua tim merupakan raja dalam urusan attempts on goal.

Namun, bicara jumlah gol yang dihasilkan, Bayern unggul telak. Bayern sudah mencetak 82 gol dalam 30 pertandingan sedangkan Dortmund hanya 67 gol. Kalaupun mau membandingkan dengan musim sebelumnya, pada match day yang sama, selisih gol yang dicetak Bayern tak berbeda banyak.

Kembali, jika mau berbicara menggunakan data, maka di Bundesliga pun tidak benar kalau Bayern hanya sibuk berputar-putar ke kanan ke kiri ke depan ke belakang melakukan passing dan tidak mempedulikan shooting. Data lengkap telah saya lampirkan di akhir tulisan ini.

Pun demikian, bisa dimengerti jika sebagian fans atau pengamat merasa frustrasi atau menganggap bahwa ball possession Bayern pada akhirnya tidak berguna, khususnya ketika Bayern gagal menang apalagi kalah. “Apa gunanya ball possession tinggi kalau tidak shooting dan mencetak gol?” Begitu kira-kira komentar yang paling sering dimunculkan.

Namun, perlu diingat (dan disadari) bahwa bicara soal kemenangan, kadang memang tidak selalu linier dengan ball possession. Tim yang dikurung habis-habisan, bisa saja mendapatkan gol lewat hanya 1-2 peluang yang mereka miliki. Itu juga yang terjadi pada Bayern di beberapa laga Bundesliga, misalnya ketika menghadapi Leverkusen, Freiburg, Augsburg dan Dortmund. Hanya kontra Hoffenheim saja yang Bayern kalah dalam urusan attempts on goal dan pertandingan berakhir imbang. Selebihnya, melawan klub-klub yang tadi saya sebutkan, Bayern unggul dalam upaya mencetak gol, namun toh tak bisa mengakhiri pertandingan sebagai pemenang. (Hey, life’s cruel sometimes, you know…)

Namun, bagi saya pribadi, saya masih lebih bangga jika Bayern bermain menyerang dan menguasai bola, ketimbang hanya bertahan apalagi kalau bertahannya habis-habisan. Meskipun memang, ada aksi, ada reaksi. Ada yang menyerang, tentu ada yang bertahan. Tapi ingat pula, ada filosofi lainnya: pertahanan terbaik adalah juga dengan melakukan penyerangan. Oleh karenanya (lagi-lagi ini soal selera), saya lebih senang menyaksikan dua tim yang saling serang sebagai filosofi permainannya. Tak pernah ada jaminan, tim yang menyerang selalu berakhir sebagai pemenang, namun sebagai penikmat sepak bola, sensasi terbesar adalah ketika dua tim yang bertanding saling jual beli serangan untuk membuktikan bahwa dirinya adalah yang terbaik.

Saya sendiri merasa lega bahwa FC Bayern Muenchen masih menggunakan pakem menyerang sebagai filosofi bermainnya. Sama seperti musim lalu. Salah satu perbedaan mendasar hanyalah di pilihan formasi ketika mengawali pertandingan. Musim lalu: 4-2-3-1, musim ini 4-1-4-1. Mungkin kalau suatu saat Bayern lebih memilih menjadikan bertahan, apalagi ala parkir bis, sebagai strategi dasar, saya akan menjadi salah satu kritikus terbesar mereka🙂

Berikut ini data lengkap Bundesliga 2013/14 dalam hal attempts on goal dari match day 1-30: 

matchday jumlah attempts on goal peringkat note
1 26 1
2 15 6 dortmund nomor 1
3 26 2 dortmund nomor 1
4 17 5 hamburg no 1
5 18 4 dortmund nomor 1
6 14 5 hamburg no 1
7 11 7 dortmund nomor 1
8 27 1  sama dgn dortmund
9 18 2 hamburg dan hoffenheim no 1
10 13 4 leverkusen no 1
11 17 4 nurnberg no 1
12 23 1
13 11 10 bremen no 1
14 18 2 wolfsburg no 1
15 17 2 gladbach no 1
16 22 1
17 24 1
18 24 1
19 25 1
20 18 2 frankfurt no 1
21 16 5 dortmund nomor 1
22 14 7 braunschweig no 1
23 22 2 dortmund nomor 1
24 18 3 schalke no 1
25 23 3 frankfurt dan hamburg
26 23 2 schalke no 1
27 13 7 augsburg no 1
28 11 8 wolfsburg no 1
29 16 4 leverkusen, wolfsburg, bremen no 1
30 14 8 hannover no 1

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s