Dari The Nearly Man Menjadi The Legendary Man


World Cup 2006, Euro 2008, World Cup 2010, Euro 2012, UCL 2010, UCL 2012. Bastian Schweinsteiger dan Lahm sudah dekat dengan mimpi mereka untuk meraih gelar Eropa bahkan Internasional bersama klub dan tim nasional. Namun, semuanya berujung dengan kegagalan, entah di semifinal, bahkan yang lebih tragis, di final. Sebutan The Nearly Man pun disematkan pada diri mereka. Secara sederhana, dalam bahasa Indonesia istilah tersebut berarti spesialis nyaris. Nyaris juara. Sebuah “gelar” yang tidak mengenakkan untuk disandang.

Beban itu menghantui mereka dalam turnamen-turnamen besar selanjutnya. Tidak ada yang meragukan kemampuan mereka bermain bola, namun tekanan psikologis bahwa mereka harus bisa keluar sebagai juara, merupakan hal yang harus terus ditanggung. Setelah memenangkan duel kontra Dortmund pada final UCL 2013, Lahm berulang kali menyatakan betapa lega dirinya berhasil melepas kutukan “The Nearly Man”.

“The pressure was immense, I had never felt anything like that.”

“There were two possible outcomes after the final in 2012: either we fell apart as a team, or we grew even closer together.”

“The second of these is what happened. This footballing tragedy and our bitter tears of grief released incredible inner strength.”

Berbekal kemenangan UCL tersebut, Lahm dan Basti bahu membahu meraih gelar demi gelar, mulai dari Piala Super Eropa hingga membawa Bayern menjadi klub terhebat dunia pada Desember 2013. Basti dan Lahm pun resmi melepas status “The Nearly Man” di level klub.

Tantangan selanjutnya: memenangkan gelar Eropa atau Dunia bersama tim nasional Jerman. Datang ke Brazil sebagai salah satu favorit juara tidak serta merta membuat langkah Jerman bakal mulus-mulus saja sejak fase grup. Bahkan, Jerman berada di salah satu grup terpanas di World Cup 2014 bersama Portugal, Amerika Serikat dan Ghana. Terbukti, meskipun bisa menang telak di laga awal atas Portugal dengan skor 4-0, Lahm and co harus tertahan 2-2 oleh Ghana. Bersyukur, di laga penentu, Jerman berhasil unggul tipis 1-0 atas Amerika Serikat.

Di round of 16, Jerman juga tidak bisa menang dengan skor meyakinkan atas Algeria. Pertandingan bahkan harus diselesaikan melalui babak perpanjangan waktu. Selanjutnya di babak perempat final, Jerman tampil lebih baik dan berhasil mengungguli sesama tim asal Eropa, Perancis, dengan skor 1-0. Di babak semifinal, Jerman melibas tim tuan rumah, Brazil, dengan skor fantastis 7-1.

Menghadapi Argentina di final menjadi pertaruhan Lahm dan Basti sebagai pemimpin tim selama beberapa tahun terakhir. Now or never. Mungkin begitu mentalitas yang harus dimiliki keduanya untuk bisa menunjukkan kepada dunia bahwa mereka bukan sekedar spesialis nyaris juara, tapi juga bisa jadi juara yang sesungguhnya. Tanpa mengesampingkan peran seluruh skuad Jerman, namun Basti dan Lahm terlihat seperti menjalani pertandingan terakhir dan terbesar dalam karir mereka. Begitu all out. Basti bahkan harus merasakan tekel beruntun serta luka di bagian bawah mata kanannya, namun memutuskan untuk tetap berdiri di lapangan hingga peluit panjang ditiupkan wasit.

Dan akhirnya, Jerman menang 1-0 atas Argentina melalui gol semata wayang dari Mario Goetze. Basti terlihat emosional, bahkan menangis bahagia. Lahm terlihat penuh sukacita. Beban besar telah benar-benar terangkat dari pundak mereka. Keduanya bukan lagi The Nearly Man, tapi THE LEGENDARY MAN!!

Tak berhenti sampai disitu, sebagai juara sejati, Bastian tak lekas berpuas diri. Ia mengatakan: “This will give us hunger now, absolutely. We want to do it again at the next tournament. The important thing is that the young guys have the experience of this tournament and we will go to France (for Euro 2016) and try and do it again for sure.”

Selamat, Lahm dan Basti… Dan terima kasih untuk dedikasi kalian bagi FC Bayern dan Tim Nasional Jerman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s