Para Junior Mencoba Menembus Skuad Utama


Bukan hal baru bagi FC Bayern untuk selalu melibatkan beberapa pemain dari tim junior / reserves dalam masa-masa persiapan menjelang musim baru atau ketika break tengah musim (Januari). Selain memberi kesempatan bagi para junior untuk bisa mendapat kesempatan memperoleh ilmu baru dari para senior, pihak manajemen dan tim pelatih tentu juga memiliki kesempatan untuk melihat pemain mana yang bisa menembus skuad utama FC Bayern dalam waktu mendatang. Menjelang musim 2014/15 secara official digulirkan, saya coba melihat beberapa pemain junior yang mungkin saja masuk skuad utama FC Bayern, entah musim ini atau musim-musim selanjutnya.

1. Hojbjerg

Anak muda asal Denmark ini sudah sejak tahun lalu mencuri perhatian publik Jerman. Penampilan apik yang ditunjukkannya pada final DFB Pokal musim lalu serta keberhasilannya dipanggil membela timnas Denmark tak lama setelah itu, seolah-olah memberi bukti bahwa dirinya sudah siap untuk tampil secara lebih reguler di tim utama Bayern.

Hojbjerg sendiri saat ini adalah pemegang rekor pemain termuda yang melakukan debut di Bundesliga bersama FC Bayern yaitu ketika dirinya masih berusia 17 tahun dan 251 hari. Rekor sebelumnya dipegang oleh David Alaba pada usia 17 tahun dan 255 hari. Jupp Heynckes yang memberinya kesempatan melakukan debut berkata: “Pierre has a great future ahead of him. He’s an outstanding talent and he’s coming on really well.”

Di masa pra musim kali ini, Pep mencoba menggunakannya pada 2 posisi, di tengah dan sayap kanan. Secara natural, ia merupakan seorang central midfielder. Ia masih terlihat kikuk bermain di sisi kanan. Meskipun demikian, ia tentu belajar untuk menjadi lebih versatile sebagai seorang pemain. Dengan kepergian Toni Kroos, setidaknya membuka peluang yang lebih besar bagi Hojbjerg untuk menembus skuad utama. Meskipun, dalam kondisi normal (pemain senior tidak mengalami cidera), mungkin musim yang akan datang, Hojbjerg masih harus berpuas diri menjadi back up untuk tim inti dan lebih banyak menghabiskan waktu pertandingan bersama FC Bayern II atau dipinjamkan ke klub lain. Metode peminjaman pemain merupakan salah satu cara yang biasa dilakukan Bayern untuk mendewasakan para pemain muda. Sebut saja beberapa pemain seperti Lahm, Kroos dan Can pernah mengalami hal serupa.

2. Julian Green

Sejak pra musim tahun lalu, Julian Green sudah mendapat kesempatan untuk bermain bersama tim senior FC Bayern. Meski demikian, ia jarang mendapat kesempatan bermain di tim utama selama musim 2013/14. Debutnya bersama FC Bayern adalah sebagai pemain pengganti ketika Bayern bertanding melawan CSKA Moskow di UCL. Ia merupakan pemain termuda ke-6 bagi Bayern yang melakukan debut di UCL yaitu pada usia 18 tahun 5 bulan dan 21 hari.

Di tim nasional, Klinsmann bahkan memasukkannya ke dalam skuad inti yang dibawa USA ke piala dunia 2014. Ia bahkan sempat memberi kontribusi sebuah gol bagi timnas USA, meskipun hal itu tidak cukup untuk mengantarkan USA ke babak selanjutnya dan harus takluk dari Belgia.

Sejauh yang saya amati selama ini, Green bisa diplot sebagai striker maupun di sayap (kanan atau kiri). Kepergian Mario Mandzukic akan memberinya peluang lebih besar untuk bermain dalam porsi yang lebih besar bagi tim senior. Namun demikian, menurut saya, ia masih tetap akan berstatus sebagai back up bagi para pemain utama. Sama seperti Hojbjerg, dipinjamkan ke klub lain bisa menjadi opsi yang bagus untuk perkembangan karir dan kematangan bermain dirinya.

3. Lucas Scholl

Ayahnya, Mehmet Scholl, adalah salah satu pemain yang paling dicintai fans Bayern. Dan Lucas punya potensi untuk melakukan hal yang sama. Penampilannya selama pra musim menurut saya jelas menunjukkan bahwa ia potensial, meskipun masih jauh dari kata matang sebagai pemain. Dan kesempatan yang diberikan Pep untuk berlatih dan bermain bersama tim senior, merupakan salah satu cara untuk menolongnya menjadi pemain yang lebih siap bertanding di level tertinggi.

Menurut saya, Lucas bermain sangat apik ketika menghadapi Red Baroons, namun kurang berkutik ketika menghadapi Duisburg. Hal ini menunujukkan bahwa ia belum benar-benar siap menghadapi tekanan dari lawan yang selevel dengan dirinya. Meski demikian, visi bermainnya tergolong bagus dan sebagaimana yang disampaikan Pep, Lucas punya keunggulan menghadapi situasi one on one. Di beberapa friendly matches selanjutnya, ia lebih banyak bermain sebagai pemain pengganti sehingga agak sulit memberikan fair assessment.

Hal yang paling realistis bagi midfielder muda ini adalah untuk tetap bermain di tim junior Bayern atau Bayern II agar bisa mendapatkan jam terbang bermain yang lebih banyak. Namun jika treatmentnya tepat, bukan tak mungkin dalam beberapa tahun mendatang, ia akan menjadi bintang lapangan tengah FC Bayern.

4. Gianluca Gaudino

Sama seperti Lucas, Gianluca juga keturunan dari pesepakbola yang pernah bermain di Bundesliga, yaitu Maurizio Gaudino, yang sempat membela Frankfurt dan Stuttgart. Selama pra musim, Pep selalu memberikannya kesempatan untuk masuk starting line up. Ini saja sudah merupakan pertanda bahwa ia sangat potensial.

Sebagai pemain tengah, ia cukup baik dalam membangun serangan (playmaker), meskipun belum terlalu teruji dalam membantu pertahanan. Skillnya tergolong oke dan mampu menguasai bola dengan baik. Meskipun masih cukup prematur baginya untuk menembus skuad utama di musim 2014/15, namun fans Bayern boleh berharap memiliki gelandang oke dalam tahun-tahun mendatang pada diri Gianluca Gaudino.

5. Ylli Sallahi

Anak muda asal Austria ini sejak pra musim tahun lalu sudah diikutkan berlatih bersama tim senior. Meski demikian, sepanjang musim 2013/14 ia lebih banyak tampil bersama FC Bayern II. Total ia tampil 25 kali bersama tim reserves dan 12 kali di antaranya sebagai starter. Dalam penampilan-penampilannya tersebut, ia mencetak 3 gol dan memberi 3 assist.

Namun, dengan kedatangan Juan Bernat dan masih adanya Contento sebagai back up Alaba lainnya di sisi kiri pertahanan Bayern, jelas membuat Sallahi memiliki peluang yang kecil untuk bisa segera menembus skuad utama FC Bayern. Ia harus masih bisa bersabar bermain dengan tim reserves atau pergi sebagai pemain pinjaman ke tim lain yang dapat memberikannya kesempatan bermain lebih sering sebagai starter.

Selain mereka, Bayern masih punya pemain muda lainnya seperti Mitchell Weiser. Saat ini, ia masih dalam proses penyembuhan dari cidera dan sejauh yang bisa diamati dari penampilannya musim lalu, sepertinya Weiser belum bisa memenuhi ekspektasi untuk bermain lebih sering bersama tim senior. Pemain-pemain muda lainnya yang diikutkan Pep Guardiola dalam beberapa laga pra musim seperti Oikonomou, Sieghart dan Steinhart tidak mendapatkan kesempatan tampil yang cukup untuk bisa saya berikan komentar. Dan hal tersebut tentu menjadi indikasi bahwa Pep belum sepenuhnya percaya pada mereka untuk bisa masuk tim utama. Demikian dulu ulasan singkat kami tentang beberapa pemain muda FC Bayern dan kita berharap mereka akan bisa menjadi pemain hebat dan meneruskan prestasi para senior di tim utama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s